Tulisan 2 "Bisnis Cake In Jar"

by Januari 05, 2015 0 komentar
TEMA : EKONOMI KREATIF
Pendahuluan


Pada saat ini kreatifitas merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan global. Bentuk-bentuk ekonomi kreatif selalu tampil dengan nilai tambah yang khas, menciptakan “pasar”nya sendiri, dan berhasil menyerap tenaga kerja serta pemasukan ekonomis. Untuk mengembangkan ekonomi kreatif, diperlukan sejumlah SDM yang berkualitas dengan daya inovatif dan kreativitas yang tinggi. Namun, di samping kebutuhan akan SDM yang berualitas, pengembangan ekonomi kreatif juga membutuhkan ruang atau wadah sebagai tempat penggalian ide, berkarya, sekaligus aktualisasi diri dan ide-ide kratif.

Era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan pada ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonomi yang lebih dikenal dengan Ekonomi Kreatif. Pada saat sekarang ini terlebih pada anak muda dimana mereka bisa mengembangkan dirinya untuk berbisnis dengan ide-ide kreatifnya dengan demikian mereka bisa mencapai keksuksesan dimasa mudanya. Dapat kita cerna lagi bahwa belajar bisnis di usia muda adalah hal yang sangat bermanfaat demi kelangsungan masa depan para remaja dimana di usia saat sekarang ini lah fisik kita mendukung untuk melekukan aktifitas seperti berbisnis.
Kita sebagai anak muda, sebagai generasi penerus bangsa dapat berfikir secara kritis harus mempunyai semangat untuk memulai bisnis di usia muda gimana pun caranya kita dapat melakukan suatu bisnis. Dengan bisnis juga kita dapat mengembangkan diri dan bakat yang kita miliki yang sebelumnya di pendam dalam diri. Jadi belum terlambat buat generasi sekarang ini untuk melakukan bisnis karena tidak ada kata terlambat dalam mencapai kesuksesan. Kita juga dapat mencontoh orang-orang yang terlebih dahulu sukses dalam menjalankan bisnis seperti memiliki suatu perusahaan yang sangat berkembang agar kita termotivasi untuk menyonsong masa depan yang cermelang.

Bisnis Cake In Jar

Menciptakan ide bisnis kreatif memang bisa dimulai dari mana saja. Termasuk juga salah satunya ide bisnis kreatif seputar produk makanan. Bila sebelumnya trend bisnis rainbow cake dan cupcake telah meramaikan pasar kuliner Indonesia, sekarang ini muncul kreasi cake in jar yang memadukan antara kemasan toples cantik dengan citarasa cake yang sangat legit. Jenis cake yang bisa dikemas dalam toples biasanya adalah jenis butter cake karena teksturnya pas, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut.

Inovasi cake in jar ini sudah mulai bermunculan di pasaran pada tahun 2011, namun trend tersebut masih banyak diminati oleh masyarakat sampai saat ini. Jika dulunya konsumen harus repot-repot menikmati kue dengan piring atau memilih mengotori tangan mereka untuk menikmati sepotong kue, sekarang ini setelah ada kreasi cake in jar, konsumen bisa langsung menikmati aneka macam cake dari toples kemasannya dengan menggunakan sebuah sendok.

Ide bisnis cake in jar ini bermula dari keinginan para pelaku usaha untuk menyajikan sekaligus menyimpan kue secara praktis. Para pelaku bisnis mebuka bisnis kue dalam toples ini untuk mempermudah konsumen dalam menikmati dan menyimpan cake. Di dalam kemasan toples kedap udara, cake in jar bisa bertahan selama dua hari tanpa lemari pendingin. Sedangkan jika disimpan di lemari pendingin, masa simpan kue bisa lebih lama lagi yaitu sekitar satu sampai dua minggu. 

Bisnis cake in jar berhasil merebut perhatian konsumen dan sekarang ini menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup menguntungkan untuk dijalankan. Untuk membuat cake in jar sangatlah mudah, dengan menggunakan toples kaca dengan tutup botol ulir atau toples mika yang biasanya digunakan yang biasanya digunakan untuk mengawetkan atau menyimpan acar ataupun selai dan pilihlah wadah yang unik untuk mengemas kue agar diminati oleh konsumen.

Sekarang ini keberadaan cake in jar tak hanya diburu sebagai panganan pengganjal perut, namun kreasi unik ini juga mulai dicari konsumen untuk dijadikan sebagai bingkisan untuk moment-moment special. Seperti misalnya dijadikan sebagai pengganti kue tart di moment ulang tahun, dipilih sebagai souvenir pernikahan atau souvenir ulang tahun, serta tidak menutup kemungkinan bisa dijadikan sebagai bingkisan parcel lebaran, natal, dan hari raya lainnya.

Saat ini penggemar cake in jar pun terus bertambah. Dibandrol dengan harga jual mulai dari Rp 25.000,00 sampai Rp 75.000,00 per toplesnya, sekarang ini rata-rata produsen cake in jar di Indoesia bisa memproduksi 50 toples dalam sehari. Saat ini produsen cake in jar mengantongi omzet sekitar Rp 20 juta hingga Rp 24 juta dalam satu bulan, dengan keuntungan bersih berkisar Rp 10 juta dalam sebulan. Berawal dari ide kreatif tersebut, tak hanya bisa menciptakana trend bisnis baru di bidang kuliner namun juga bisa mendatangkan untung besar setiap bulannya.

Penutup

Dari tulisan diatas dapat di simpulkan bahwa sangatlah penting bagi kaum muda untuk melakukan bisnis, terutama di bidang bisnis kreatif karena sebentar lagi Indonesia akan menghadapi pasar bebas Internasional, sehingga sangatlah penting untuk kaum muda mulai berpartisipasi sejak dini, sehingga kaum muda menjadi lebih kreatif dan mandiri. Selain itu kaum muda bisa membantu orangtua mereka agar tidak mengeluarkan pengeluaran yang besar karena dengan berbisnis kreatif dapat menambah uang saku dan menghasilkan penghasilan yang lumayan bagi mereka sebagai pelaku bisnis. Dan untuk modal usaha bisnis pada saat ini tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkannya karena pemerintah sudah memberikan jaminan modal usaha pada calon pelaku bisnis. Jadi, kaum muda tidak boleh melewatkan kesempatan yang bagus ini. Bukan hanya itu saja pengetahuan dan kreatifitas juga sangatlah penting dalam mengembangan usaha kreatif. Benda apa pun bisa disulap menjadi barang bernilai berguna ditangan orang-orang kreatif. Dengan ekonomi kreatif kita juga dapat ikut serta dalam memelihara lingkungan dengan cara mendaur ulang barang-barang yang tidak berguna menjadi barang yang bernilai tinggi.


Daftar Pustaka dan Referensi

Naili

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar