Tulisan 4 " Bisnis Rumah Donat, Ide Sederhana Menjadi Peluang Usaha"

by Januari 05, 2015 0 komentar
TEMA : EKONOMI KREATIF
Pendahuluan


Pada saat ini perkembangan kehidupan dunia ekonomi dan bisnis telah mengalami pergeseran paradigma, yaitu dari ekonomi berbasis sumber daya ke paradigma ekonomi berbasis pengetahuan dan kreatif. Akibat perubahan paradigma ini telah membuat struktur perekonomian dunia mengalami transformasi dengan cepat seiring pertumbuhan ekonomi, dari era pertanian ke era industri dan informasi.

Era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan pada ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonomi yang lebih dikenal dengan Ekonomi Kreatif. Pada saat sekarang ini terlebih pada anak muda dimana mereka bisa mengembangkan dirinya untuk berbisnis dengan ide-ide kreatifnya dengan demikian mereka bisa mencapai keksuksesan dimasa mudanya. Dapat kita cerna lagi bahwa belajar bisnis di usia muda adalah hal yang sangat bermanfaat demi kelangsungan masa depan para remaja dimana di usia saat sekarang ini lah fisik kita mendukung untuk melekukan aktifitas seperti berbisnis.

Kita sebagai anak muda, sebagai generasi penerus bangsa dapat berfikir secara kritis harus mempunyai semangat untuk memulai bisnis di usia muda gimana pun caranya kita dapat melakukan suatu bisnis. Dengan bisnis juga kita dapat mengembangkan diri dan bakat yang kita miliki yang sebelumnya di pendam dalam diri. Jadi belum terlambat buat generasi sekarang ini untuk melakukan bisnis karena tidak ada kata terlambat dalam mencapai kesuksesan. Kita juga dapat mencontoh orang-orang yang terlebih dahulu sukses dalam menjalankan bisnis seperti memiliki suatu perusahaan yang sangat berkembang agar kita termotivasi untuk menyonsong masa depan yang cermelang.


Bisnis Rumah Donat, Ide Sederhana Menjadi Peluang Usaha


Mengawali sebuah usaha ternyata bisa dimulai dari ide sederhana. Pengalaman inilah yang dialami oleh Leni yang kini sukses merintis bisnis Rumah Donat di daerah Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Leni mengaku ide awal merintis bisnis Rumah Donat ini Ia peroleh pada tahun 2012 tepatnya di bulan Oktober. “Salah satu produk Rumah Donat yang saat ini kami kembangkan adalah baby donat,” ungkap Leni. Ide bisnis baby donat ini Ia temukan ketika masih berada di Bandung. “Ide awal dari suami saya sendiri, kebetulan beliau bergerak di bidang fiberglass. Dan ketika beliau dapat orderan membuat fiberglas bentuk donat raksasa nama produknya donat madu, dari situ sambil nyetir dia berpikir kenapa tidak kita membuat donat tapi donat kecil-kecil,” cerita pengusaha wanita tersebut sambil mengenang pengalamannya memulai usaha dari ide sederhana. Ketika ditanya mengapa memilih donat kecil-kecil bukan donat raksasa, Leni menjawab karena jika bentuknya kecil lebih enak dicicipi orang dan tidak terlalu kenyang. “Apalagi di tahun 2012 sendiri sedang ngetrend-ngetrendnya donat J.CO, itulah yang kita jadikan sebuah peluang dan setelah membuat fiber donat raksasa itu kita kepikiran membuat donat sendiri sampai akhirnya terciptalah baby donat ini,” ujarnya.


Meski dikatakan bisnis donat yang dirintis Leni masih seumur jagung, namun siapa sangka bila dari ide sederhana bisa menjadi peluang usaha untuk Leni, dia dapat mengantongi omzet puluhan juta rupiah setiap bulannya. Dibantu oleh lebih kurang 9 orang tenaga kerja, setiap harinya Leni bisa memproduksi 100 pack baby donat untuk mencukupi kebutuhan outlet rumah donat. Produk baby donat itu sendiri memiliki 21 rasa dan setiap harinya disiapkan 8-9 rasa dan diganti setiap dua hari sekalinya. Kendati Leni telah menciptakan keunikan tersendiri pada produk baby donat yang Ia miliki, namun sampai saat ini Ia mengaku belum bisa puas dengan keberhasilan yang diraihnya bersama Rumah Donat. “Harapan kedepannya saya bisa menambah varian lebih baik lagi bagi baby donat itu sendiri, dan semoga produk baby donat bisa dicicipi oleh semua umur,” ucapnya ketika ditanya mengenai harapan untuk bisnis baby donat yang Ia kembangkan.

Leni juga berbagi resep sukses bagi kawan-kawan sesama pelaku usaha. “Untuk semuanya saya berharap mulailah dari sekarang atau tidak sama sekali. Dan khusus untuk masyarakat Kepulauan Riau ayo berbisnis dan tetap semangat untuk tetap memajukan Tanjungpinang!”

Penutup

Dari tulisan diatas dapat di simpulkan bahwa sangatlah penting bagi kaum muda untuk melakukan bisnis, terutama di bidang bisnis kreatif karena sebentar lagi Indonesia akan menghadapi pasar bebas Internasional, sehingga sangatlah penting untuk kaum muda mulai berpartisipasi sejak dini, sehingga kaum muda menjadi lebih kreatif dan mandiri. Selain itu kaum muda bisa membantu orangtua mereka agar tidak mengeluarkan pengeluaran yang besar karena dengan berbisnis kreatif dapat menambah uang saku dan menghasilkan penghasilan yang lumayan bagi mereka sebagai pelaku bisnis. Dan untuk modal usaha bisnis pada saat ini tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkannya karena pemerintah sudah memberikan jaminan modal usaha pada calon pelaku bisnis. Jadi, kaum muda tidak boleh melewatkan kesempatan yang bagus ini. Bukan hanya itu saja pengetahuan dan kreatifitas juga sangatlah penting dalam mengembangan usaha kreatif. Benda apa pun bisa disulap menjadi barang bernilai berguna ditangan orang-orang kreatif. Dengan ekonomi kreatif kita juga dapat ikut serta dalam memelihara lingkungan dengan cara mendaur ulang barang-barang yang tidak berguna menjadi barang yang bernilai tinggi.

Daftar Pustaka dan Referensi
Isi 4 : Majalah Digital Bisnis UKM edisi Oktober 2014 hal. 55

Naili

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar