UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 1999 TENTANG LALU LINTAS DEVISA DAN SISTEM NILAI TUKAR

by Juni 02, 2016 0 komentar
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR   24  TAHUN 1999
TENTANG
LALU LINTAS DEVISA DAN SISTEM NILAI TUKAR
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :
a.      bahwa    kesinambungan    pembangunan    nasional    harus    dipelihara berdasarkan  keadilan  yang  merata  dan  diarahkan  untuk  terwujudnya perekonomian  nasional  yang  bernafaskan  kerakyatan,  mandiri,  andal, dan  mampu  bersaing  dalam  kancah  perekonomian  internasional  yang ditunjang  dengan  sistem  devisa  dan  sistem  nilai  tukar  yang  dapat mendukung     tercapainya     stabilitas     moneter     guna     mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;
b.      bahwa  devisa  merupakan  salah  satu  alat  dan  sumber  pembiayaan  yang penting   bagi   bangsa   dan   negara,   oleh   karena   itu   pemilikan   dan penggunaan  devisa  serta  sistem  nilai  tukar  perlu  diatur  sebaik-baiknya untuk memperlancar lalu lintas perdagangan, investasi dan pembayaran dengan luar negeri;
c.       bahwa  Undang-undang  Nomor  32  Tahun  1964  tentang  Peraturan  Lalu Lintas    Devisa    sudah    tidak    sesuai    lagi    dengan    tuntutan    dan perkembangan keadaan, oleh karena itu perlu diadakan pembaruan;
d.      bahwa  berdasarkan  pertimbangan  tersebut  pada  huruf  a,  huruf  b,  dan huruf  c  perlu  ditetapkan  undang-undang  baru  tentang  Lalu  Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar;
Mengingat :
1.      Pasal  5  ayat  (1),  Pasal  20  ayat  (1),  Pasal  23  dan  Pasal  33  Undang-Undang Dasar 1945;
2.      Undang-undang   Nomor   23   Tahun   1999   tentang   Bank   Indonesia (Lembaran   Negara   Nomor   66   Tahun   1999,   Tambahan   Lembaran Negara Nomor 3843);

Dengan Persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : UNDANG-UNDANG   TENTANG   LALU   LINTAS   DEVISA   DAN SISTEM NILAI TUKAR.
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan :
1.      Lalu  Lintas  Devisa  adalah  perpindahan  aset  dan  kewajiban  finansial antara  penduduk  dan  bukan  penduduk  termasuk  perpindahan  aset  dan kewajiban finansial luar negeri antar penduduk;
2.      Devisa  adalah  aset  dan  kewajiban  finansial  yang  digunakan  dalam transaksi internasional;
3.      Penduduk   adalah   orang,   badan   hukum,   atau   badan   lainnya,   yang berdomisili    atau    berencana    berdomisili    di    Indonesia    sekurang-kurangnya  1  (satu)  tahun,  termasuk  perwakilan  dan  staf  diplomatik Republik Indonesia di luar negeri;
4.      Sistem  Nilai  Tukar  adalah  sistem  yang  digunakan  untuk  pembentukan harga mata uang rupiah terhadap mata uang asing.

BAB II
LALU LINTAS DEVISA

Pasal 2
1)      Setiap  Penduduk  dapat  dengan  bebas  memiliki  dan  menggunakan Devisa.
2)      Penggunaan   Devisa   sebagaimana   dimaksud   pada   ayat   (1)   untuk keperluan  transaksi  di  dalam  negeri,  wajib  memperhatikan  ketentuan mengenai   alat   pembayaran   yang   sah   sebagaimana   diatur   dalam undang-undang tentang Bank Indonesia.

Pasal 3
1)      Bank  Indonesia  berwenang  meminta  keterangan  dan  data  mengenai kegiatan Lalu Lintas Devisa yang dilakukan oleh Penduduk.
2)      Setiap  Penduduk  wajib  memberikan  keterangan  dan  data  mengenai kegiatan Lalu Lintas Devisa yang dilakukannya, secara langsung atau melalui pihak lain yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
3)      Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Bank Indonesia.

Pasal 4
1)      Dalam   rangka   penerapan   prinsip   kehati-hatian,   Bank   Indonesia menetapkan  ketentuan  atas  berbagai  jenis  transaksi  Devisa  yang dilakukan oleh bank.
2)      Pelaksanaan    ketentuan    sebagaimana    dimaksud    pada    ayat    (1) ditetapkan dengan Peraturan Bank Indonesia.

BAB III
SISTEM NILAI TUKAR

Pasal 5
1)      Bank  Indonesia  mengajukan  Sistem  Nilai  Tukar  untuk  ditetapkan oleh Pemerintah.
2)      Bank   Indonesia   melaksanakan   kebijakan   nilai   tukar   berdasarkan Sistem Nilai Tukar sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
3)      Pelaksanaan    ketentuan    sebagaimana    dimaksud    pada    ayat    (2) ditetapkan dengan Peraturan Bank Indonesia.

BAB IV
KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI
ADMINISTRATIF

Pasal 6
Barang  siapa  dengan  sengaja  tidak  memenuhi  kewajiban  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) diancam dengan pidana denda sekurang-kurangnya  Rp250.000.000,00  (dua  ratus  lima  puluh  juta  rupiah)  dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Pasal 7
1)      Dengan  tidak  mengurangi  ketentuan  pidana  sebagaimana  dimaksud dalam   Pasal   6,   Bank   Indonesia   berwenang   menetapkan   sanksi administratif  terhadap  Penduduk  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal 3 ayat (2).
2)      Sanksi   administratif   sebagaimana   dimaksud   pada   ayat   (1)   dapat berupa :
a.      teguran tertulis; atau
b.      denda; atau
c.       pencabutan   atau   pembatalan   izin   usaha   oleh   instansi   yang berwenang apabila pelanggaran dilakukan oleh badan usaha.
3)      Ketentuan  lebih  lanjut  mengenai  sanksi  administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Bank Indonesia.

BAB V
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 8
Dengan berlakunya undang-undang ini, Undang-undang Nomor 32 Tahun 1964  tentang  Peraturan  Lalu  Lintas  Devisa  (Lembaran  Negara  Tahun 1964  Nomor  131,  Tambahan  Lembaran  Negara  Nomor  2717)  dinyatakan tidak berlaku.

BAB VI
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 9
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan undang-undang  ini  dengan  penempatannya  dalam  Lembaran  Negara  Republik Indonesia.


Naili

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar